Cari Blog Ini

Sabtu, 11 September 2010

Tentang Kepastian

Apabila segala sesuatu telah dapat dipastikan sebelumnya tentunya hidup kita akan lebih sederhana dan tidak menarik. Oplah Koran, majalah, digital info, televisi dan media informasi lainya tidak akan dahsyat seperti saat ini. Justru karena kita tidak dapat mengetahui kepastiaan maka hidup didunia ini menjadi seru dan berwarna. Coba kita tarik satu hal yaitu kompetisi atau perlombaan dimana semua peserta berpacu untuk mencapai menang karena mereka tidak tahu siapa yang akan menang sehingga muncul suatu asumsi keadaan dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk menang demikian hal itu juga berlaku dalam teori ekonomi. Teori ekonomi memunculkan keadaan yang tidak seimbang atau lebih mudahnya satu pihak lebih untung daripada pihak lain dikarenakan ketidakpastian. Ketidakpastian mendorong semua pihak untuk berusaha dengan usaha masing masing untuk mencapai hasil yang maksimal atau terus berinovasi terus untuk tetap lebih unggull. Semangat dan usaha inovasi muncul dari keadaan yang tidak pasti sehingga setiap pihak mempunyai peluang yang sama karena tanpa hal itu mungkin tak akan pernah ada inovasi atau terobosan.


Manusia selalu mendambakan hal -hal yang pasti karena sudah sifat dasar kita untuk khawatir akan apa yang akan terjadi pada hidup dan diri kita. Kepastian membuahkan kenyamanan karena keadaaan berada dalam tangan kita. Tapi tentu saja semua orang tau tidak ada yang pasti didunia ini kecuali hal-hal berikut ini yang sampai pada saat ini kita setujui bersama:

• Semua makhluk hidup pasti mengalami siklus lahir dan kemudian mati

• Semua orang pasti merasakan takut

Jadi selain kita pasti harus bayar pajak, kedua kepastian tersebut diataslah yang menjadi pemicu semua upaya kita dalam hidup ini untuk mencoba mengatasinya atau mengurangi penderitaan yang timbul darinya. Entah dalam bentuk penyerahan diri, agama, hedonistis dan lainya. Ada banyak pandangan pandangan dari pemikir di India dan timur yang mengatakan ketakutan manusia adalah karena tidak tahu akan kepastiaan apa yang terjadi pada diri mereka dimasa depan. Para filsuf, pemuka agama dan orang pintar pun belum dapat memberikan jawaban yang memuaskan selain berserah diri pada Yang Maha Kuasa dan suatu pengharapan akan suatu hal bahagia setelahnya.

Keinginan untuk kepastian itu sebenarnya adalah kekuatan manusia dan juga sumber dari segala masalah karena kita semakin penasaran dan tidak pernah puas untuk mencari sampai menemukan jawabannya. Tanpa disadari hal itu mengkonsumsi hidup kita dan membuat kita kecewa karena jawaban untuk satu hal membuka pertanyaan untuk hal yang lain.

Merubah cara pandang hidup dari hanya mencoba mengatasi kekhawatiran kita menjadi suatu usaha untuk mencari hakekat atau arti dari kehidupan ini mungkin akan lebih arif daripada menghabiskan tenaga untuk memuaskan keingintahuan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar