Cari Blog Ini

Selasa, 21 September 2010

TAMAN JIWA

Sebuah inspirasi dari Buku Gede Prama
Ketika kita kecil guru pada masa taman kanak kanak mengajarkan kita sebuah lagu yang berbunyi “ Disini Senang, Disana Senang, dimana mana hati ku senang”. Waktu kita kecil dunia terasa indah seindah buku buku yang kita baca dan cerita dari orang tua. Begitu kita menginjak usia dewasa ternyata dunia tidaklah seindah yang kita impikan sewaktu kecil, ternyata dunia penuh pertentangan apabila ada kebahagian akan ditemani oleh kesedihan, kemarahan- keriangan, Cinta – benci, dan menjurus pada setiap konsep kehidupan pasti punya sisi berlawanannya tidak ada keabadian pada satu sisi saja.
Apabila kita mengumpamakan taman adalah tubuh kita dan jiwa kita ada disana maka kita sadar bahwa selain bunga bunga indah dan harum bertumbuhan tapi rumput rumput liar juga tumbuh disana. Hal ini tentunya menandakan bahwa jiwa ini tumbuh dan berkembang bersama dengan hal hal yang lain seperti kesedihan, kemarahan, canda tawa, dan bentuk konsep kemanusiaan yang lain. Suatu konsep berkesinambungan ada disana jiwa ini mendewasakan diri dengan hal hal tersebut. Contohnya dengan adanya kemarahan kita berlatih kesabaran, adanya bencana mengajarkan kita menghargai hidup, adanya kebahagian membuat kita merasa berharga.
Oleh karena taman ini dihuni oleh hal hal lain maka keseimbangan pun berlaku tak ada kebahagiaan abadi dan tak ada kesedihan mutlak. Semua tampil secara silih berganti membentuk simfoni kehidupan yang harus di pahami dan dihargai sehingga kita tidak terjebak dalam ilusi ataupun kemelekatan pada satu sisi saja sehingga bila saatnya pergantiaan tiba kita tidak sedih dan kecewa.
Taman jiwa ini juga tempat kita berlatih bagaimana mencapai kesadaran penuh tentang kehidupan atau menjadi mindfulness. Tentunya kita masih ingat ketika kita kecil kita bermain bersama teman teman dalam taman kanak kanak kadang bersahabat, bertengkar, sedih, dan lainya tapi setelah kita dewasa kenangan kenangan tersebut membahagiakan kita. Jadi sebenarnya mana yang lebih berarti kesedihan atau kebahagiaan ? sebenarnya itu tidak ada karena semua itu membentuk kebahagiaa kita secara total tak bisa jadi hanya dengan satu sisi saja
Ternyata kebahagiaan itu sudah ada sejak lama sejak kita kecil hanya kita lupa dan tidak mengingatnya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar